Dapatkan Aplikasinya
DOWNLOAD SEKARANG
QR Code App Watsons
  • google-play
  • app-store
Temukan Toko Kami Blog
Bahasa Indonesia
Layanan Watsons
0
TAS SAYA
Share

Bulan Ramadan sudah semakin dekat dan tentu jadi momen yang dinantikan banyak orang untuk beribadah puasa. Namun, bagi ibu yang sedang menyusui, terutama yang masih menjalani program ASI eksklusif, sering muncul pertanyaan: bolehkah ibu menyusui puasa? Apakah puasa aman untuk ibu dan bayi, serta apakah bisa memengaruhi produksi ASI? Jika kamu sedang bertanya-tanya soal hal ini, yuk, simak penjelasan lengkap hukum puasa untuk ibu menyusui sekaligus tips agar tetap sehat selama Ramadan.


Hukum Puasa bagi Ibu Menyusui

Bolehkah ibu menyusui puasa? Jawabannya, boleh. Dalam Islam, ibu menyusui diperbolehkan untuk berpuasa selama kondisi tubuh sehat dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi ibu maupun bayi. Bahkan, banyak penelitian dan pengalaman menunjukkan bahwa puasa tidak serta-merta mengurangi produksi ASI, selama kebutuhan cairan dan nutrisi ibu tetap tercukupi saat sahur dan berbuka.

Namun, jika ibu menyusui merasa khawatir puasa akan membahayakan kesehatan dirinya atau bayi, maka Islam memberikan keringanan untuk tidak berpuasa. Puasa yang ditinggalkan bisa diganti dengan fidyah, yaitu memberi makan orang miskin sesuai ketentuan. Jadi, keputusan untuk berpuasa atau tidak sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing ibu dan, bila perlu, dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Tips Puasa Sehat untuk Ibu Menyusui

1. Makan menu sahur sehat agar tidak lemas

Sahur adalah kunci utama agar ibu menyusui tetap bertenaga sepanjang hari. Pilih makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta serat. Contohnya seperti nasi merah dengan ayam panggang dan sayuran, oatmeal dengan alpukat dan kacang, roti gandum dengan telur rebus, atau sup sayur dengan tahu dan tempe. Hindari makanan terlalu manis dan berlemak tinggi karena bisa membuat cepat lapar dan lemas.

2. Konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh saat puasa 

Saat puasa, daya tahan tubuh ibu menyusui bisa menurun jika asupan nutrisi kurang optimal. Karena itu, konsumsi vitamin dan suplemen pendukung sangat dianjurkan. Misalnya, Youvit Multivitamin Dewasa, Purityfic Sun Vitamin D3 1000 IU, Blackmores Pregnancy & Breast Feeding Gold, dan Blackmores Multivitamin + Minerals.

Harga sebelum diskon member Watsons Club.

Klik produk untuk diskon & voucher

Harga sebelum diskon member Watsons Club.

Klik produk untuk diskon & voucher

Harga sebelum diskon member Watsons Club.

Klik produk untuk diskon & voucher

Harga sebelum diskon member Watsons Club.

Klik produk untuk diskon & voucher

Nutriwell Breastfeeding Formula juga bisa menjadi pilihan karena mengandung Vitamin D 1000 IU yang membantu mendukung daya tahan tubuh sekaligus membantu kelancaran produksi ASI.

Harga sebelum diskon member Watsons Club.

Klik produk untuk diskon & voucher

Selain itu, Nutrimax Mothers juga direkomendasikan karena mengandung kombinasi vitamin dan mineral lengkap yang diformulasikan khusus untuk ibu hamil dan menyusui. Suplemen ini membantu mencukupi kebutuhan gizi harian, menjaga kesehatan ibu, serta mendukung kualitas dan kuantitas ASI. 

Harga sebelum diskon member Watsons Club.

Klik produk untuk diskon & voucher

3. Minum air putih yang cukup

Dehidrasi adalah salah satu tantangan utama saat puasa bagi ibu menyusui. Kekurangan cairan bisa membuat tubuh lemas dan berisiko mengganggu produksi ASI. Pastikan kamu minum air putih yang cukup dari waktu berbuka hingga sahur, minimal 8 gelas per hari. Kamu juga bisa menambah asupan cairan dari sup atau jus buah tanpa gula tambahan, serta menghindari minuman berkafein.

4. Istirahat yang cukup

Selain asupan makanan dan cairan, istirahat juga berperan besar dalam menjaga stamina dan produksi ASI. Usahakan untuk tidur cukup di malam hari dan manfaatkan waktu siang untuk istirahat sejenak jika memungkinkan. Tubuh yang cukup istirahat akan lebih siap menjalani puasa dan aktivitas menyusui.

5. Makan buah yang kaya air sebelum berpuasa

Buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, jeruk, pir, atau pepaya sangat baik dikonsumsi saat sahur. Buah-buahan ini membantu menjaga hidrasi tubuh lebih lama dan memberikan asupan vitamin alami yang mendukung daya tahan tubuh selama puasa.

6. Kurangi aktivitas berat untuk sementara

Puasa di tengah cuaca panas dan aktivitas fisik yang berat bisa membuat tubuh cepat lelah dan dehidrasi. Cobalah mengurangi aktivitas yang menguras energi, terutama pada siang hari, dan gunakan waktu luang untuk beristirahat agar tubuh tetap bugar dan produksi ASI tetap lancar.

7.  Jangan lewatkan sahur

Sahur sangat penting untuk menjaga energi ibu menyusui selama berpuasa. Melewatkan sahur bisa membuat tubuh cepat lemas dan kurang bertenaga. Pilih menu sahur yang bergizi dan seimbang agar puasa tetap lancar sepanjang hari.

8. Hentikan jika ada tanda dehidrasi

Jika muncul tanda dehidrasi seperti pusing, lemas, mulut kering, atau urin sangat pekat, sebaiknya segera hentikan puasa dan perbanyak minum cairan. Jangan memaksakan diri karena dehidrasi dapat memengaruhi kesehatan ibu dan kualitas ASI untuk si kecil.Ibu menyusui tetap bisa berpuasa dengan aman selama kebutuhan nutrisi, cairan, dan istirahat terpenuhi dengan baik. Untuk mendukung kesehatan selama Ramadan, kamu juga bisa melengkapi kebutuhan vitamin dan suplemen melalui website atau aplikasi Watsons ID agar puasa tetap lancar dan menyusui tetap optimal.

Previous

5 Kue Imlek Simbol Keberuntungan yang Ikonik

Next

Review Skintific Sunscreen Spray untuk Daily

Related Topics
Share
*/?>