Dapatkan Aplikasinya
DOWNLOAD SEKARANG
QR Code App Watsons
  • google-play.png
  • app-store.png
Temukan Toko Kami Blog
Layanan Watsons
0
TAS SAYA
Share

Tekanan darah yang normal berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Kurang dari itu, artinya kamu mengalami darah rendah yang bisa membahayakan. Sebab, saat sel darah merah tidak mampu membawa oksigen yang mencukupi ke seluruh tubuh–terutama otak–kamu akan lebih berisiko kehilangan keseimbangan dan terjatuh hingga melukai kepala. Jadi, apa saja gejala yang harus kamu waspadai? Yuk, simak di sini beserta cara mengatasinya!


Apa Penyebab Tekanan Darah Rendah?

Faktor pemicu gejala darah rendah sebenarnya sangat beragam. Misalnya, ada kondisi yang otomatis menurunkan tekanan darah seperti kehamilan atau menstruasi. Tapi, hipotensi juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu seperti gangguan jantung dan diabetes. Selain itu, kurang minum air putih, mengonsumsi obat-obatan tertentu, dan berolahraga terlalu intens berpotensi memengaruhi tekanan darah.


Gejala yang Perlu Diperhatikan

Supaya kamu bisa mencegah dampak buruk darah rendah, pastikan kamu tidak melewatkan 4 gejala penting ini:

Pusing dan sakit kepala

Saat mengalami tekanan darah rendah, kamu akan lebih sering merasakan kepalamu pusing.

Karena sel darah merah di tubuhmu tidak bisa membawa oksigen dengan baik ke otak saat mengalami tekanan darah rendah, kamu akan lebih sering merasakan kepalamu seolah berputar. Bahkan, lebih parahnya lagi, kamu bisa saja terjatuh dan pingsan karena rasa sakit yang intens ini.

Pandangan berkunang-kunang

Pandangan yang berkunang-kunang akibat darah rendah tentunya berbeda dengan rabun.

Pandangan yang berkunang-kunang akibat darah rendah tentunya berbeda dengan pandangan kabur karena rabun jauh. Justru, gejala ini ada karena kurangnya aliran darah ke pembuluh darah di mata, padahal mata sangat membutuhkan hal tersebut agar dapat berfungsi dengan baik. Sementara itu, rabun jauh disebabkan oleh cahaya yang tidak jatuh tepat ke retina.

Sering merasa haus dan mengantuk

Kurangnya oksigen pada otak tidak hanya membuatmu lebih gampang pusing, tapi juga haus dan mengantuk.

Kurangnya oksigen pada otak tidak hanya membuatmu lebih gampang pusing, tapi juga haus dan mengantuk. Apalagi, oksigen sangatlah diperlukan untuk menjaga kadar energimu selama seharian penuh. Jadi, tidak heran jika penderita darah rendah sering merasa lesu.

Napas yang cepat dan dangkal

Kesulitan menarik napas sedalam mungkin atau bahkan bernapas dengan stabil? Itu termasuk gejala darah rendah.

Apakah kamu merasa kesulitan menarik napas sedalam mungkin atau bahkan bernapas dengan stabil? Itu termasuk salah satu gejala darah rendah. Penyebabnya, paru-paru akan lebih kesulitan mengikat oksigen pada sel darah merah, sehingga tekanan otot jantung dan otot tulang dada ikut terganggu. Akibatnya, kamu pun lebih gampang sesak napas.

Apakah kamu merasa kesulitan menarik napas sedalam mungkin atau bahkan bernapas dengan stabil? Itu termasuk salah satu gejala darah rendah. Penyebabnya, paru-paru akan lebih kesulitan mengikat oksigen pada sel darah merah, sehingga tekanan otot jantung dan otot tulang dada ikut terganggu. Akibatnya, kamu pun lebih gampang sesak napas.


Cara Mengatasi Gejala Darah Rendah

Tidak perlu panik kalau kamu mengalami gejala darah rendah yang sudah disebutkan, karena kamu bisa mengatasinya dengan 4 tips berikut:

Cek kembali intensitas olahraga

Durasi olahraga yang ideal adalah 30 menit per sesi, dan satu sesi sebaiknya dilakukan 2-5 kali per minggu. Kalau kamu merasa akhir-akhir ini frekuensi olahragamu lebih sering dan intens daripada biasanya, jangan lupa memberi waktu jeda untuk istirahat. Hal ini tidak hanya akan menjaga tekanan darahmu agar tidak lemas, tapi juga mendorong pembentukan otot.

Terapkan pola makan yang sehat

Untuk mencegah hipotensi, kamu harus mencukupi asupan zat besi, vitamin B12, dan vitamin C. Kamu bisa mendapatkan semuanya dari berbagai sumber makanan alami, di antaranya telur, sayur-mayur, produk olahan susu, buah-buahan, dan ginseng. 

Kalau kamu ingin menambah asupan gizi yang dibutuhkan dengan ginseng, kamu juga dapat mengonsumsi berbagai suplemen seperti Saripati Ayam American Ginseng dari Brands, Hemaviton Stamina Plus, Pharmaton Multivitamin, atau Sidomuncul Herbal Red Ginseng untuk meningkatkan tekanan darahmu.

Harga sebelum diskon. 
Klik produk untuk diskon & voucher
Harga sebelum diskon. 
Klik produk untuk diskon & voucher
Harga sebelum diskon. 
Klik produk untuk diskon & voucher
Harga sebelum diskon. 
Klik produk untuk diskon & voucher

Batasi minuman berkafein

Apa yang kamu minum juga bisa menentukan tingkat tekanan darahmu, jadi sebaiknya pilihlah minuman yang ampuh untuk melancarkan sirkulasi darah. Dengan kata lain, sebisa mungkin kurangi asupan kafein dari kopi dan minuman energi karena ini bisa mempersempit pembuluh darah. Sebaliknya, utamakan minum air putih minimal 8 gelas sehari.

Perhatikan posisi tubuh

Pernah merasa pusing saat langsung berdiri setelah lama duduk? Ini dia alasan posisi tubuh juga penting untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Saat berbaring, pastikan kaki kamu lebih tinggi dari kepala untuk memperlancar aliran darah. Lalu, kalau kamu ingin berdiri setelah duduk atau berbaring, coba silangkan kaki dulu atau condongkan tubuhmu maju sambil meletakkan kaki di permukaan lain.


Jika dibiarkan, gejala darah rendah bisa berakibat fatal bagi kesehatan dan nyawa. Sebagai langkah pencegahan, pastikan kamu menerapkan pola hidup yang sehat dan rutin mengecek tekanan darah. Karena itu, tidak ada salahnya kamu menggunakan alat khusus pengukur tekanan darah di rumah. Kamu bisa mendapatkan alat tersebut serta berbagai suplemen untuk meningkatkan tekanan darah melalui Watsons Indonesia maupun aplikasi Watsons ID (iOS dan Android OS) di smartphone, lho! Yuk, rawat kesehatanmu dari sekarang!

Previous

Rekomendasi 6 Moisturizer Gel yang Ringan

Next

Watsons 12.12 Sale-bration Sale, Berlimpah Voucher dan Harga Diskon

Related Topics
Share