Dapatkan Aplikasinya
DOWNLOAD SEKARANG
QR Code App Watsons
  • google-play.png
  • app-store.png
Temukan Toko Kami Blog
Layanan Watsons
0
TAS SAYA
Share

Botol susu (feeding bottle) merupakan salah satu alat yang sangat penting dalam perkembangan bayi, terutama bagi bayi yang menerima susu formula. Kualitas botol bayi yang dipilih bisa memengaruhi kenyamanan bayi saat makan, proses pemberian makan yang efisien, dan bahkan pertumbuhan gigi dan gusi, lho. Karenanya, pemilihan botol susu yang tepat harus sangat diperhatikan. Nah, artikel ini bakal bahas cara memilih botol bayi dengan tepat. Yuk, simak!


6 Tips Memilih Botol Bayi

Berikut enam tips penting untuk membantumu memilih feeding bottle yang tepat:

1. Perhatikan material botol

Feeding bottle umumnya terbuat dari tiga jenis material utama: kaca, plastik, dan silikon. Setiap material memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Secara material, botol kaca dan silikon tidak mengandung BPA dan cenderung lebih aman, tidak seperti botol plastik. Namun, botol plastik lebih ringan dan terjangkau harganya. Untuk bayi yang suka menggigit puting botol, pilihan botol silikon bisa jadi paling cocok.

Ttiga jenis material utama: kaca, plastik, dan silikon.

2. Pilih bentuk dot yang sesuai

Setiap feeding bottle dilengkapi dengan puting atau dot dalam berbagai tingkat aliran yang berguna untuk mengatur seberapa cepat susu atau cairan keluar dari botol. Berikut penjelasannya:

  • Tahap 1 (lambat): Puting tahap 1 cocok untuk bayi baru lahir atau yang masih belajar menyusu dari botol. Aliran susu dari puting tahap 1 lebih lambat sehingga bayi bisa minum dengan tenang tanpa tersedak.
  • Tahap 2 (sedang): Puting tahap 2 cocok untuk bayi yang sedikit lebih besar dan kuat, yang sudah terbiasa dengan botol. Aliran susu dari puting tahap 2 lebih cepat sehingga bayi bisa minum dengan lebih cepat.
  • Tahap 3 (cepat): Puting tahap 3 adalah untuk bayi yang lebih besar dan aktif. Aliran susu dari puting tahap 3 sangat cepat sehingga bayi bisa minum dengan cepat.
Dot dengan baerbagai tingkat aliran udara.

3. Ketahui bentuk botol yang ada

Feeding bottle hadir dalam berbagai bentuk yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan bayi. Ketiga bentuk botol yang paling umum adalah:

  • Botol standar: Botol standar memiliki leher yang lurus dan sederhana. Bentuk ini umumnya paling mudah diisi dan dibersihkan. Botol standar juga cocok untuk sebagian besar pemanas botol dan holder mobil.
  • Botol miring: Feeding bottle miring memiliki leher yang melengkung, yang dirancang untuk mengurangi jumlah udara yang masuk ke perut bayi saat minum. Botol miring juga memungkinkan bayi minum dalam posisi yang lebih alami.
  • Botol leher lebar: Botol leher lebar punya puting yang lebih lebar dan lebih menyerupai bentuk payudara. Bentuk botol ini bisa membantu mengurangi risiko kebingungan puting, terutama jika bayi juga menyusu dari payudara. Botol leher lebar sering lebih mudah dibersihkan karena lebar lehernya.
Brbagai bentuk yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan bayi.

4. Pastikan ukuran botol sesuai kebutuhan

Ukuran feeding bottle juga penting. Botol tersebut tersedia dalam berbagai ukuran, yang biasanya diukur dalam ons. Botol ukuran kecil biasanya sekitar 4-5 ons, sementara botol ukuran besar bisa menampung 8-10 ons atau lebih. Penting untuk memilih ukuran yang sesuai dengan nafsu makan dan kebutuhan bayi. Bayi baru lahir biasanya membutuhkan botol kecil, sementara bayi yang lebih besar mungkin lebih nyaman dengan botol berukuran besar.

Botol biasanya diukur dalam ons.

5. Pilih botol yang mudah dibersihkan

Kebersihan botol bayi adalah faktor penting dalam perawatan bayi. Botol yang sulit dibersihkan bisa menjadi sarang bagi bakteri berbahaya yang bisa berdampak negatif pada kesehatan bayi, lho. Karenanya, memilih botol yang mudah dibongkar dan dibersihkan penting untuk diperhatikan. Botol dengan sedikit komponen, tanpa banyak sudut dan celah yang sulit dijangkau, umumnya lebih mudah dalam perawatan.

6. Pertimbangkan botol anti-kolik

Beberapa feeding bottle dilengkapi dengan fitur anti-kolik yang dirancang untuk mengurangi jumlah udara yang masuk ke perut bayi saat minum. Udara yang tertelan bisa menyebabkan kolik, gas, dan ketidaknyamanan pada bayi. Fitur anti-kolik seperti katup atau desain khusus bisa membantu mengurangi masalah ini.

Fitur anti-kolik

Memilih feeding bottle yang tepat adalah keputusan yang penting untuk kenyamanan dan perkembangan bayi. Dengan memperhatikan material, aliran puting, ukuran, bentuk botol, kemudahan pembersihan, dan fitur anti-kolik, kamu bisa memastikan pengalaman makan bayi aman, nyaman, dan disesuaikan dengan kebutuhan khususnya. Selain botolnya, pilih juga susu yang tepat untuk mendukung perkembangan buah hati. Yuk, temukan susu bayi berkualitas di Watsons Indonesia maupun aplikasi Watsons ID (iOS dan Android OS), berikan yang terbaik untuk buah hatimu!

Aman membersihkan mulut si kecil setelah minum susu:

Harga sebelum diskon. 
Klik produk untuk diskon & voucher

Susu formula untuk si kecil yang beranjak batita:

Harga sebelum diskon. 
Klik produk untuk diskon & voucher
Previous

4 Jenis Obat Maag dan Rekomendasinya #JumatSehat

Next

Gejala Demam Berdarah dan Pencegahannya

Related Topics
Share